Cahaya rembulan bersinar dengan begitu agungnya. Rintik-rintik air yang terjatuh ke atmosfer menjadi saksi bisu atas kejadian itu. Kekacauan yang tak tehindarkan, kelopak-kelopak bunga yang beterbangan. Cairan merah yang terus bertumpah dari satu titik ke titik lainnya. Benda-benda tajam yang saling berdenting satu sama lain.
Itulah yang disebut...
The Tragedy of The Goddesses
" Milia, hentikan! "
" Apa yang kau maksud dengan hentikan, Malique? Semua sudah terlanjur terjadi dan kau hanya berkata hentikan kepadaku? Tarik kata-katamu itu! "
Zruuuasssh
Traaangg
Jep
Pedang Malique tersabet milik Milia. "Sabre!"
Saber, pedang yang selama ini setia kepada Malique telah patah dan tertancap ke tanah yang kering 45 derajat 2 meter di sebelah kaki kanannya.
" Maafkan aku, Malique..Aku harus melakukan 'itu'." Milia pun berlari menjauhi Malique untuk pergi ke tempat ceremony. Ke tempat ia harus mengorbankan dirinya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar