"Roseee, bangun Rose!"
"Ahh kenapa tiba-tiba ada suaranya Marie..?"
"ROSE!", suara ketiga saudaranya membangunkan Rose yang tertidur. Rose kaget dan masih setengah sadar dengan keadaannya. Yang terlihat hanyalah awan di sekitarnya. Tangan kanannya dipegang Alle dan tangan kirinya dipegang oleh Marryle. Mereka berlima membuat lingkaran dengan saling memegang tangan di udara. Berlima bersama Magnolia. "Coba kau lihat kebawah Rose," perintah Marrylle pelan. Rose menengok ke bawah sebisanya karena tekanan udara yang begitu besar menerpanya.
Ah. Ternyata kami betulan sedang terjun bebas.
Di bawah kami terlihat sebuah pemandangan yang asing. Perkotaan yang cukup modern seperti kota yang Rose cs tinggali, hanya saja ada beberapa hal aneh yang tidak ada di tempat Rose tinggal. Kalau diperhatikan, cukup indah juga. Kota yang sekarang mereka lihat ini terlihat unik dan rapih dari atas. Jalan tol yang bisa membentuk spiral, beberapa hewan seperti sapi di padang rumput yang spesiesnya agak lain dari biasanya, dan bangunan-bangunan besar yang cukup mencolok. Semuanya sangat mengangumkan, tapi mereka sedang di langit...atau boleh dibilang...mereka terjatuh!
"Hey, hey, hey! Apa-apaan ini?! Kenapa tiba-tiba kita terjatuh di udara seperti ini????", teriak Rose panik.
"Tadi kan kita masuk kedalam TV, lalu keluar-keluar kita sudah berada di langit dan terjatuh seperti ini.", ungkap Marrylle mencoba tenang. "Tunggu, sekarang kita sedang jatuh dan kau masih bisa bersikap tenang seolah-olah tidak akan terjadi apa-apa pada kita..??", "Aku yang menyuruh mereka untuk tenang.", putus Magnolia tegas, tapi tidak menampilkan ekspresi apapun.
Ya, wanita itu masih ada di sisi mereka dan jatuh bersama mereka saat ini. Rose tidak bisa membantah dan hanya terdiam menunggu takdir apa yang akan membawanya.
***
Magnolia menyadari bahwa mereka sudah cukup dekat dengan daratan. Ia melepas tangannya yang memegang Marrylle dan Alle. Keempat anak itu ditinggal oleh Magnolia dengan penuh kebingungan. Apakah Magnolia akan meninggalkan mereka dan menyelamatkan dirinya sendiri? Hanya itulah pertanyaan yang terbesit di kepala keempat anak itu.
Alle penasaran kemana Magnolia meninggalkan mereka dan ia mencari-carinya di antara awan-awan disekitar mereka.
Diatas.
Ia melihat Magnolia menengadah ke atas. Seperti ada semacam cahaya terang yang Magnolia lihat diatasnya lagi. Magnolia menengadahkan kedua tangannya kearah cahaya itu, bibirnya seperti mengucap sesuatu, tapi Alle tidak tahu apa yang ia katakan.
Kalau diperhatikan baik-baik, ada titik hitam yang muncul dari balik cahaya itu. Semakin lama titiknya semakin besar, tidak, bahkan sepertinya sangat besar. Semakin dekat, bentuknya semakin terlihat. Ada dua kaki, dua tangan seperti manusia. Tapi berbeda. Ia mempunyai buntut! Giginya terlihat banyak dan tajam, dan ia mempunyai dua tanduk. Naga.
"MAGNOLIA!! APA YANG KAU LAKUKAN?? KAU MEMANGGIL NAGA??", teriak histeris Alle. Magnolia hanya menengok Alle sebentar, memastikan dia aman. Lalu ia memutar badannya sambil mendorong mundur tubuhnya ke arah naga yang ia panggil. Begitu ia sudah dekat dengan naganya, ia segera naik ke punggung naganya untuk duduk dan segera mencari posisi yang paling nyaman untuknya.
"Tangkap mereka, Yuu", perintah Magnolia kepada naganya yang ternyata bernama Yuu. Yuu melesat cepat kearah keempat anak tersebut. Magnolia membuka tangan kanannya dan menangkap Marryle sementara tangan kirinya dipakai untuk memegang Yuu yang melesat dengan kecepatan tinggi. Alle dan Marie berhasil memegang buntut Yuu, sementara Marryle berhasil menangkap Rose yang kesusahan menangkap Yuu. Keempat anak-anak itu bekerja sama untuk bisa naik ke punggung Yuu yang cukup lebar untuk diisi sekitar empat orang dewasa.
Rose sudah letih dengan semua kejadian hari ini. Semuanya terlalu tidak waras, dan lagi tidak ada penjelasan sama sekali. Apalagi sepertinya orang yang bernama Magnolia ini bukan orang yang bisa diajak bicara. Akhirnya dengan penuh tekad, Rose mencoba bertanya kepada Magnolia.
"Magnolia, sungguh, aku tidak ingin mengganggumu, aku hanya ingin bertanya, sebenarnya...kita dimana? Siapa kamu? Dan kenapa didalam TV rumahku bisa ada semua ini?"
Magnolia diam sejenak untuk memikirkan kata-kata yang kira-kira bisa dimengerti oleh anak-anak itu. Sebenarnya ia bingung juga, karena semua kejadian ini juga bukanlah hal yang ia kehendaki untuk terjadi.
"Baiklah", "Kurasa kalian sudah tahu kalau namaku adalah Magnolia dari Magnolia Sqetzer. Tempat ini adalah dunia dimana aku tinggal. Terserah kalian mau menyebutnya apa. Dan soal kenapa didalam TV mu bisa ada semua ini....", Magnolia merasa bosan untuk melanjutkannya, "....aku tidak tahu". Yap jawaban yang sangat tidak cukup untuk empat anak yang benar-benar tidak tahu apa-apa soal dunia ini.
***
Angin di langit begitu segar. Daritadi tetap saja hanya awan-awan yang terlihat, kecuali kalau kita berani menengadah ke bawah dan melihat perkotaan indah itu. Sesaat kalau sedang seperti ini kangen orangtua juga. Apakah mereka akan panik begitu memasuki kamarku yang kosong dan berantakkan. Apalagi TV rumahku dalam keadaan pecah karena kedatangan Magnolia tadi. Apa mereka akan lapor polisi soal hilangnya kami? Semoga tidak. Semoga apa yang terjadi pada kami tidak akan diketahui mereka. Tapi sampai kapan hal itu akan bertahan?
"Hey anak-anak, kita akan turun. Berpeganganlah yang erat.", Kata Magnolia datar seperti biasanya.
"Akhirnya! Yeiy!!", keempat anak tadi langsung berpegangan erat pada tubuh Yuu dan berharap tidak akan terjadi sesuatu yang menyeramkan. Yuu pun lagi-lagi menukik dengan cepat ke bawah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar